ITS diisukan menjadi kampus BHP. Siapkah mahasiswa ITS menghadapinya?Menolak atau menerima?
Klik untuk memilih tab akhir
Isi Tab 2
Isi Tab 2
Tampilkan postingan dengan label Tentang Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

Sastra

Segala pekerjaan pedang itu boleh dibuat dengan kalam Adapun pekerjaan kalam itu tiada boleh dibuat dengan pedang Dan beberapa ribu dan laksa pedang yang sudah terhunus Dengan segores kalam jadi tersarung(Raja Ali Haji, dalam Mukaddimah Kitab Bustan al Katibin)Fokus utama sajian ini adalah kearifan lokal dalam sastra Bugis klasik. Sastra Bugis klasik meliputi Sure Galigo, Lontarak, Paseng/Pappaseng Toriolota/ Ungkapan, dan Elong/syair. Sastra Bugis klasik, seperti Galigo (yang dikenal sebagai epik terpanjang di dunia), Lontarak, Paseng(pesan-Pesan), dan syair mengandung kearifan masih sangat relevan dengan perkembangan zaman. Kearifan lokal yang menjadi fokus utama meliputi bawaan hati yang baik, konsep

Kamis, 31 Mei 2012

makalah profesi pendidikan


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan karena atas berkat rahmat dan karuniaNYA sehingga makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan judul MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN BELAJAR DENGAN SENTUHAN PENDIDIKAN YANG PROFESIONAL, sebagai salah satu pemenuhan tugas pada mata kuliah Profesi Pendidikan
Pendidikan merupakan masalah semua orang, karena melalui sentuhan pendidikan proses pemanusiaan itu terjadi. Pendidikan sebagai bagian yang integral kehidupan masyarakat di era global ini harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya keterampilan intelektual, sosial dan personal, pendidikan harus menumbuhkan berbagai kompetensi bagi peserta didik yang dibangun tidak hanya dengan landasan rasio dan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreatifitas, moral, intuisi dan spritual, untuk itu diperlukan pendidikan yang profesional dalam memberikan layanan belajar. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan belajar dengan sentuhan pendidikan yang profesional  dalam hal ini guru merupakan aspek yang memegang peranan penting. Profesionalisme muncul atas dasar perkembangan masyarakat

pengertian puisi


Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan beriram

Senin, 28 Mei 2012

sejarah bahasa bugis

=== Sejarah Awal Bugis menurut keturunan Raja Haji ===
Menurut kitab [[Tuhfat al-Nafis]] bahawa Keturunan Bugis berasal dari perkataan beribukan Ratu Balqis iaitu isteri kepada Nabi Sulaiman a.s. Kononnya, salah satu cicitnya bernama Siti Melangkae telah mengetuai perdagangan purba di antara Kerajaan Saba'(Yaman) dengan bangsa TuToraja di tanah Sulawesi. Mereka mendapatkan bekalan logam/bijih besi. Pelabuhan itu sehingga kini dipanggil Melangkae sempena nama permaisuri sheba / kerajaan saba' tersebut.
Maka selain berdagang berlaku juga perkahwinan campur sehingga muncul pelbagai suku kaum Bugis seperti Makkasar, Wajoa, Bone, Andrika, Mandar dan Ugi lain-lain. Permaisuri Sheba telah mengamanahkan payung merah sebagai pengiktirafan kerajaan berdaulat agar dipelihara kerukunan pelbagai suku kaum di sana dengan tertubuhnya kerajaan purba Luwuk. Sehinggalah diteruskan kerajaan Makasar (Gowa) Namun begitu, pemberontakkan suku Bugis Bone Arung Palakka(1696) dengan bantuan VOC Belanda telah mengkhianati perjanjian ini, mengubah